SIG Tebar Dividen Rp1,12 Triliun

0
26

Makronesia.id, Jakarta – Pemegang saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG telah merestui untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,12 triliun atau setara 40 persen dari perolehan laba sebesar Rp2,79 triliun di 2020.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso usai RUPST 2021 Semen Indonesia secara daring di Jakarta, Senin (29/3/2021).

“Sisanya 60 persen dari laba bersih atau setara Rp1,67 triliun ditetapkan sebagai cadangan lainnya,” kata Hendi.

Dia menyampaikan, pemegang saham perusahaan juga resmi memberhentikan Mochamad Choliq sebagai Komisaris Independen perseroan. Lalu mengangkat Aas Asikin Idat sebagai Komisaris Independen.

“Di agenda RUPS juga mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan, yaitu semula Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko,” jelas dia.

Setelah ada pergantian di jajaran Komisaris, maka susunan baru manajemen perseroan sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

  1. Komisaris Utama: Rudiantara
  2. Komisaris: Hendrika Nora Osloi Sinaga
  3. Komisaris: Sony Subrata
  4. Komisaris: Astera Primanto Bhakti
  5. Komisaris: Lydia Silvanna Djaman
  6. Komisaris Independen: Nasaruddin Umar
  7. Komisaris Independen: Aas Asikin Idat

Dewan Direksi:

  1. Direktur Utama: Hendi Prio Santoso
  2. Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha: Fadjar Judisiawan
  3. Direktur SDM & Hukum: Tina T. Kemala Intan
  4. Direktur Pemasaran dan Supply Chain: Adi Munandir
  5. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Doddy Sulasmono Diniawan
  6. Direktur Produksi: Benny Wendry
  7. Direktur Engineering dan Proyek: Tri Abdisatrijo.

Sepanjang 2020, SIG berhasil meraih pertumbuhan kinerja yang positif. SIG berhasil mencatatkan kenaikan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 16,73% menjadi Rp2,79 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp2,39 triliun.

Perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, Beban Pokok Pendapatan tahun 2020 mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan sehingga mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80 persen.

Selain itu, perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga Perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif.

Ditengah ketatnya persaingan industri semen dalam negeri, perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Srilanka dan Cina.

SIG terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material.

“Tahun 2020 SIG meluncurkan produk Masonry Cement maupun pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta Official Store untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk SIG,” pungkas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 1