Kuy, Nonton Festival Musik dan Seni Futuristik Wave of Tomorrow

0
117

Jakarta, MAKRONESIA.id – Digelar untuk kedua kalinya, festival musik dan seni berbasis teknologi masa depan, Wave of Tomorrow (WoT), telah resmi kembali dibuka, Jumat, Pekan lalu.

Lokasi festival di Gedung Tribatra, Jalan Wijaya, Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Festival musik dan pameran seni ini akan berlangsung hingga Minggu, 29 Desember 2019.

Sebanyak 14 karya seni berbasis teknologi dari 13 kreator tanah air akan menunjukkan hasil karyanya di Festival ini. Berbagai konsep dan teknik dihadirkan di ruang pameran, dari seni instalasi audiovisual, sensor, virtual reality, robotic, teknologi luar angkasa, hingga artificial intelligence.

“Di abad 21, data adalah segalanya. Data dapat bertransformasi melalui suara, gambar, gerakan, tampilan seni, dan juga untuk memasuki luar angkasa. Dalam hal ini, teknologi yang akan berperan penting dalam proses transformasinya. Manusia perlu beradaptasi terhadap perubahan ini, sebagai cara agar bisa tetap bertahan,” ujar Mona Liem, kurator Wave of Tomorrow 2019, dalam saat pembukaan.

Kreator tahun lalu kembali hadir dan menyajikan karya-karya futuristik terbaru. Seperti, Sembilan Matahari, yang pada tahun lalu paling menyedot perhatian pengunjung melalui Constellation Neverland, tahun ini kembali tampil melalui karya berjudul RHYME.  Sebuah karya yang menggabungkan 2 elemen teknologi masa depan yakni robotic dan mechatronic, dengan didukung sound system dan lighting cenggaih. Sementara RHYME membawa pesan filosofis bahwa apapun yang kita lakukan di alam semesta ini membawa pengaruh dan resonansi terhadap lingkungan sekitar. Nonotak, nama kreatif kolaborasi kreator asal Perancis Noemi Schipfer dan arsitek Jepang Takami Nakamoto, menampilkan karya berjudul LEAP V.3. Karya ini memanfaatkan perendaman suara dan cahaya yang dipadukan dengan ruang-ruang dalam Gedung Tribrata, menjadi sajian hidup dan dinamis. Menciptakan sensasi unik bagi penikmatnya. Maika kembali tampil dengan karya berjudul ARKA NISKALA. Kinara Darma X Modulight memamerkan karya berjudul THE SIMULATION OF HARMONY, sebuah karya yang memanfaatkan teknologi cahaya, suara, dan ruang menjadi sebuah platform seni instalasi yang akan bisa memberi pengalaman bagi penikmatnya bahwa apapun gerakan yang kamu lakukan di ruangan instalasi ini akan menciptakan efek tak diharapkan terhadap obyek lain.

Sedang nama-nama kreator baru diantaranya Ouchhh, Tundra, Jakob Steensen, Rubi Roesli/Biroe, Motion Beast, NotanLab, UVisual, Ricky Janitra dan Farhanaz Rupaidh. Ouchh, kreator yang baru memenangkan sebuah penghargaan di Istambul, menampilkan karya berjudul DATA GATE. Sebuah instalasi berbasis teknologi yang berfungsi memeriksa semua kompleksitas data dari luar angkasa dari waktu ke waktu, dan mentransformasinya menjadi data visual yang puitik dinikmati.

“Ada banyak karya menarik dalam WoT tahun ini. Beberapa karya bahkan sangat baru dan futuristik banget. Kita harus tahu, agar bisa mengadaptasinya,” ujar Andhika Soetalaksana, Vice President Sales dan Partnership KiosTix, perusahaan penyedia tiket Wave of Tomorrow.

Tundra, kreator asal Rusia, dengan karya berjudul THE DAY LEFT FIELD, tampil sangat unik. Ia memanfaatkan rumput yang memenuhi ruang untuk menciptakan efek audiovisual menarik.

Panggung Musik

Pada area musik, tahun ini bahkan disediakan 2 panggung musik, yakni di Lounge dan di Level 2. Line-up musisi yang akan tampil diantaranya, Hondo, Sunmantra, Random Brothers, Dekadenz, Preachjacrew, Mantra Ventura, Gabber Modus Operandi, Petra Sihombing, Enrico Octaviano, Danilla, Elephant Kind, Kuntoaji, Bergas, Where’s Anja, Django, Bing Luther, Belda, Kimo, Merdi, Naika Gaeri, Mr. Joyful Noise, Arvin, Anton Wirjono & Hogi, Eva Celia, Sal Priadi, dan HAAI. Music Lounge akan tampil di sesi sore, sedang Level 2 di waktu malam.  Di setiap weekend, juga digelar sesi diskusi tentang seni kotemporer saat ini dengan pembicara para kreator yang memamerkan karyanya di WoT.

Boleh Foto

Salah satu yang menarik dari festival Wave of Tomorrow, adalah pengunjung dibolehkan melakukan foto-foto selfie di antara modul-modul seni instalasi yang dipamerkan. Sehingga pameran seni ini selalu ramai dikunjungi Millenial dan Gen Z sepanjang masa pameran. (AM/BA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − 11 =