Jakarta, Makronesia.id — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus melakukan program hilirisasi baja dengan meluncurkan produk hilir baja ringan terbaru yaitu Floordeck (Bondek). Pengembangan produk baja hilir ini bekerja sama dengan mitra strategis yaitu PT Tumbakmas Inti Mulia dalam melapisi bahan baku produk CRC Krakatau Steel dengan galvanis dan PT Hamasa Steel Center dalam memproses pembentukan hingga menjadi produk Floordeck.

“Produk Floordeck ini adalah bagian dari program hilirisasi Krakatau Steel yang telah kami lakukan sejak tahun 2020. Floordeck Krakatau Steel adalah salah satu produk hilirisasi yang bertujuan untuk meningkatkan penyerapan produk CRC Krakatau Steel sehingga akan membatu peningkatan volume penjualan, serta meningkatkan utilitisasi pabrikan dalam negeri,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, Kamis (27/5).

Material Floordeck ini menggunakan Hot Dip Galvanized Steel, sesuai dengan standar SNI 07-2053-2006 Baja Lembaran Lapis Seng (BjLS), dimana bahan baku pembuatan produk ini menggunakan produk baja Cold Rolled Coil/CRC dari Krakatau Steel.

Fungsi dari produk baja hilir Floordeck ini adalah sebagai bahan penyangga pada lantai cor dan juga memperkuat lapisan cor. Adapun segmen pasar yang dituju oleh PTKS adalah segmen proyek, khususnya untuk infrastruktur dan bangunan serta juga segmen retail. Keunggulan dari produk ini diantaranya pemasangan mudah dan cepat, mudah dipindahkan dan ringan, biaya yang relatif lebih ekonomis, serta berat dak yang lebih ringan karena mengurangi penggunaan beton.

Saat ini Krakatau Steel telah meluncurkan delapan Produk hilirisasi yang terdiri dari welded beam, kanal C, reng asimetris, plat talang, customized plate, tower, electric pole, baja hollow, atap baja ringan, dan rangka atap baja ringan.

“Kebutuhan produk baja hilir yang cukup tinggi di pasaran membuat Krakatau Steel ingin meningkatkan peluang memenuhi kebutuhan produk baja hilir di Indonesia. Produk hilir ini akan menjadi sarana baru bagi Krakatau Steel dengan mitranya dengan konsep sharing economy dan prinsip saling menguntungkan untuk melakukan penetrasi pasar dalam negeri. Ke depan akan ada dua produk baja hilir lainnya yang ditargetkan akan diluncurkan pada 2021 ini,” tutup Silmy. (AM/BA)

Berita sebelumyaTakjil : Makna Asli Atau Asimilasi
Berita berikutnyaHadapi Disrupsi Digital Selama dan Pasca Pandemi, KADIN dan RS Components Perkuat Ketahanan Rantai Pasokan Pabrikan Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here