Fraksi PKS Sambut Pengungsi Wamena Asal Jawa Barat

0
14

Banten, MAKRONESIA.ID   –  Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR RI, melalui salah satu anggotanya, Netty Prasetiyani, menuntut pemerintah menemukan akar masalah di Wamena, Papua.

Hal itu dikatakan, Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat, saat menyambut pengungsi Wamena asal Jawa Barat di Bandara Soekarno Hatta, Rabu, (9/10).

Pada kesempatan tersebut Netty menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas kejadian yang menimpa mereka. Netty berharap para warga dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut agar mampu bersyukur karena selamat dari hal-hal yang buruk. Sambil membagikan makanan di atas bus, Netty menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi warga Jabar selama ini tergolong warga yang ramah dan sopan dimana pun berada.

Netty mengatakan, “Kepulangan warga Jabar itu sebagai momentum menguatkan ikatan kekeluargaan dan kekerabatan dengan sanak saudara setelah  selama  berbelas dan berpuluh tahun ‘ngumbara’ atau merantau”.

Pada kesempatan saat itu, Netty pun bertemu dengan ketua Paguyuban Sunda Ngumbara, Irianto Pawika. Sebagaimana diketahui, Paguyuban sunda ngumbara dulu dibentuk dan diresmikan oleh Gubernur Jawa barat, Ahmad Heryawan. Dalam kesempatan tersebut, Netty mengajak mereka menyiapkan rencana untuk membangun kembali usaha, aktivitas ekonomi, dan kehidupan yang normal seperti sedia kala di kampung halaman.

“Saya mengucapkan terima kasih pada Tim Gabungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu  yang terdiri dari unsur Dinsos Jawa Barat, Jabar Quick Respon,  Baznas Jabar dan DT Peduli  yang telah membantu proses kepulangan warga Wamena asal Jabar, menyediakan layanan kesehatan, pengelolaan dapur umum dan menyiapkan program pasca peristiwa” ujar Netty.

Dalam kapasitas sebagai Waka FPKS DPR RI Bidang Kesra, Netty meminta pemerintah pusat untuk melakukan investigasi akar persoalan kerusuhan secara tuntas. Jika mungkin, DPR RI mendorong dibuat pansus, mengingat jumlah korban dan dampak material yang cukup besar serta dapat mengancam disintegrasi bangsa di Papua.

Istri mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan ini berusaha menyapa, mendengar cerita, berdialog bahkan menemani para pengungsi Wamena tersebut, di dalam bus yang membawa mereka kembali ke kampung halaman.

Kepada wartawan, Netty menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas kejadian yang menimpa mereka. Netty berharap para warga dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut agar mampu bersyukur karena selamat dari hal-hal yang buruk. Sambil membagikan makanan di atas bus, Netty menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi warga Jabar selama ini tergolong warga yang ramah dan sopan dimana pun berada.

 “Kepulangan warga Jabar itu sebagai momentum menguatkan ikatan kekeluargaan dan kekerabatan dengan sanak saudara setelah  selama  berbelas dan berpuluh tahun ‘ngumbara’ atau merantau” ucapnya.

Dalam kesempatamn itu Netty pun bertemu dengan ketua Paguyuban Sunda Ngumbara, Irianto Pawika. Sebagaimana diketahui, Paguyuban sunda ngumbara dulu dibentuk dan diresmikan oleh Gubernur Jawa barat, Ahmad Heryawan. Dalam kesempatan tersebut, Netty mengajak mereka menyiapkan rencana untuk membangun kembali usaha, aktivitas ekonomi, dan kehidupan yang normal seperti sedia kala di kampung halaman.

“Saya mengucapkan terima kasih pada Tim Gabungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu  yang terdiri dari unsur Dinsos Jawa Barat, Jabar Quick Respon,  Baznas Jabar dan DT Peduli  yang telah membantu proses kepulangan warga Wamena asal Jabar, menyediakan layanan kesehatan, pengelolaan dapur umum dan menyiapkan program pasca peristiwa” ujar Netty.

Dalam kapasitas sebagai Waka FPKS DPR RI Bidang Kesra, Netty meminta pemerintah pusat untuk melakukan investigasi akar persoalan kerusuhan secara tuntas. Jika mungkin, DPR RI mendorong dibuat pansus, mengingat jumlah korban dan dampak material yang cukup besar serta dapat mengancam disintegrasi bangsa di Papua.

 “Jumlah warga yang dipulangkan dengan tiga kali penerbangan ini berjumlah 69 orang berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat dan 14 orang di antaranya adalah perempuan”, kata Barnas Ajidin, Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Jabar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 73 = 75